Kabar Terkini – Selama dua pekan sesudah tertangkapnya Bupati Klaten, Sri Hartini dalam kasus suap jabatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sang putra, Andi Purnomo juga menghilang secara misterius. Tidak ada yang mengetahui dimana keberadaannya, termasuk kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten. Andi merupakan anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) yang menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Klaten.
Dia terlihat terakhir kali pada saat mengikuti rapat paripurna dengan agenda pembahasan APBD 2017 di awal Desember 2016 sebelum akhirnya memasuki masa reses. Kabar terakhir dari Andi adalah berupa sepucuk surat yang dikirim untuk Ketua DPRD dan komisi-komisi. Wakil Ketua Komisi IV, Sri Widodo menjelaskan surat berisi keterangan Andi yang dianggap menghilang tanpa jejak.
Widodo juga mengatakan Andi mengirimkan surat secara pribadi yang ditujukan kepada Ketua DPRD Klaten dan komisi-komisi. Pada surat tersebut berisikan kalau Mas Andi lagi menenangkan diri karena kasus Sri Hartini yang tertangkap tangan KPK. Menurutnya dalam surat yang dibuat tanggal 9 Desember 2017 tersebut, Andi mengakui sedang dalam keadaan stress atas kasus yang menimpa ibuya. Dengan situasi ini, Andi memohon izin untuk menenangkan diri sementara waktu.
Dalam surat itu, kata Sri Widodo, Andi juga memohon pengertian teman-teman DPRD karena dia tidak bisa mengikuti rapat-rapat dan agenda kedewanan untuk sementara waktu. Andi juga menegaskan kalau dirinya adalah warga negara yang taat hukum dan tidak menghilang seperti isu yang beredar.
Tapi di dalam surat, Mas Andi tidak menyebutkan sedang berada dimana. Kita juga tidak dapat memastikannya ada dimana karena sampai sekarang tidak dapat berkomunikasi dengannya secara langsung. Kita akan berusaha untuk mencari informasinya. Jadi sementara ini kita hanya bisa menunggu hasil sidang sang ibu, Sri Hartini.
